Sejarah

gedungsekretariatilmubedah

Sejarah Bagian Ilmu Bedah

Pada tanggal 14 Juli 1808, RS Simpang (Simpangsche Hospital) (sekarang Plaza Surabaya) didirikan dengan Besluit dari Gouverneur Generaal Daendels sebagai RS Militer Angkatan Laut. Dalam Besluit tertulis tot logeering van een genoegzaam getaal zieken, zo Europeezen als Inlanders te doen opbouwen, en zulks aan de linker oever der groote rivier, bij de brug van campong Genting (groote rivier = kali Mas) ( GH von Faber, 1 April 1931 : Oud Soerabaia) .

Dalam tahun 1933 – 1942, Mas Soetojo, dr.,bekerja magang dalam mengikuti pendidikan ahli bedah pada DJ Harkink, dr., ahli bedah berkebangsaan Belanda. Teman – teman seangkatannya pada waktu itu adalah Kainama,dr., M.Hadin, dr., Sjahrial, dr. sebagai Chirurgisch Assistant.

Pada tahun 1913, berdasarkan surat keputusan Gubernur Jendral Hindia Belanda No. 4211, tanggal 8 Mei 1913 didirikan sekolah Dokter di Surabaya dan diberi nama NIAS             (Nederlandsch Indische Artzen School), yang merupakan cikal bakal Fakultas Kedokteran Unair di Jalan Kedungdoro No. 38.

Tanggal 2 Juli 1923, NIAS pindah dari Jl. Kedungdoro 38 ke Jl. Dharmahusada No. 7 (sekarang Jl. Majen. Prof. Dr. Moestopo No. 47 Surabaya)

Tahun 1937 dibangunlah kerangka RS CBZ (Central Burgelijke Ziekeninrichting) oleh Pemerintah Belanda di Desa Karangmenjangan Surabaya.

Tahun 1942 – 1945 Pemerintah Jepang menduduki Indonesia, RS Karangmenjangan diambil alih ( saat itu pembangunannya baru mencapai 50% ) dan dijadikan RS Angkatan Laut / Angkatan Bersenjata Kerajaan Jepang dan disebut PRSO (Poesat Roemah Sakit Oemoem).

Tahun 1942 Pemerintah Jepang menutup NIAS di Surabaya dan STOVIA di Jakarta, kemudian pada 1943 membuka lagi Sekolah Dokter dengan menggunakan GHS (Geneeskundige Hoogeschool) di Jakarta dan mengganti namanya menjadi Ika Dai Gaku: yang terdiri dari gabungan mahasiswa GHS dan NIAS.

Tahun 1945 Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih Ika Dai Gaku dan diganti namanya menjadi Pergoeroean Tinggi Kedokteran Republik Indonesia.

Tahun 1945 – 1950 RS Simpang dan RS Karangmenjangan dikuasai Pemerintah Belanda lagi. Pembangunan RS. Karangmenjangan diteruskan. Saat itu sebagai kepala bagian bedah RS. Simpang adalah dokter Wieberdink. Kemudian Wieberdink, dr. dipindahkan ke Jakarta, sehingga pimpinan dan pelayanan bedah diteruskan kepada Mas Soetojo, dr., Syahrial,dr., Kainama, dr., M. Hadin, dr., Winoto, dr.

 

Suasana operasi tahun 1942 di RS Simpang dan tampak dokter Mas Soetojo mendampingi seorang ahli bedah keturunan Belanda, juga terlihat seorang perawat instrumen memakai blankon

 

Tahun 1949 Pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan ke Pemerintah RI, termasuk penyerahan Faculteit der Geneeskunde di Jakarta dan Surabaya. Pada masa itu, Mas Soetojo,dr., pindah dari Surabaya ke Malang ( 1945 s/d 1947 ) dan kemudian selama masa revolusi, beliau pindah ke Ponorogo serta menjadi pimpinan RSU Ponorogo ( 1947 s/d. 1949 ).

Tanggal 1 April 1950 Faculteit der Geneeskunde diganti namanya menjadi Fakulteit Kedokteran di Jakarta dengan cabangnya Faculteit Kedokteran di Surabaya.

Tanggal 1 Nopember 1954 Faculteit Kedokteran Cabang Surabaya dipisahkan dari induknya di Jakarta dan secara resmi berdirilah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang diresmikan oleh PYM Presiden Indonesia Pertama Dr.Ir. Soekarno.

Pada tahun 1951, dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (P.P.), maka diputuskan nama RSUP Surabaya menjadi Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo sekaligus sebagai R.S.

pendidikan mendampingi Fakultas Kedokteran Unair dan diserahkan kepada Pemerintah Daerah TK. I Jawa Timur.

Kepala atau ketua bagian bedah F.K. Unair berturut – turut dijabat oleh :

  1. Antara tahun 1950 – 1961 : Prof. Mas Soetojo, dr.
  2. Antara tahun 1961 – 1970 : R. Soetojo,dr.
  3. Antara tahun 1970 – 1987 : Prof. Basoeki Wirjowidjojo, dr.SpBS.
  4. Antara tahun 1987 – 1994 : Prof. Widjoseno Gardjito, dr. SpB, SpU
  5. Antara tahun 1994 – 2001 : Prof.H.M. Sajid Darmadipura, dr., SpBS
  6. Antara tahun 2001 – 2007 : Prof. Dr. Dr. med. Paul Tahalele, dr. FCTS, FInaCS.
  7. Antara tahun 2007 – 2011 : Prof. Sunarto Reksoprawiro, dr. SpB(K)Onk-KL
  8. Antara tahun 2011 – sekarang : Agung Prasmono, dr. Sp.B-BTKV(K), MARS.

Sejak 2001, berdasarkan SK Rektor Unair No. 8230/703/KP/2001, 29 Agustus 2001. Maka bagian bedah FK.Unair berkembang dan pisah menjadi 5 bagian, yaitu :

  1. Bagian Ilmu Bedah dengan ketuanya Prof.Dr.Paul Tahalele, FCTS, FInaCS.
  2. Bagian Ilmu Bedah Orthoapedi dengan ketuanya Prof.Dr. Djoko Roeshadi,         dr. SpBO
  3. Bagian Ilmu Bedah Urologi dengan ketuanya Prof.Dr.Doddy M. Soebadi,dr.SpU
  4. Bagian Ilmu Bedah Saraf dengan ketuanya Prof.Dr. Umar Kasan, dr. SpBS
  5. Bagian Ilmu Bedah Plastik dengan ketuanya Prof. Dr. Djohansyah Marzoeki, dr. SpBP

Koordinator pendidikan residen PPDS Ilmu Bedah atau Ketua Program Studi ( KPS ) Ilmu Bedah berturut – turut diketuai oleh :

  1. Antara tahun 1970 – 1978 : Prof. Dr. AA Loedin,dr. SpB
  2. Antara tahun 1978 – 1999 : Prof.R. Martatko Marmowinoto,dr. FINACS
  3. Antara tahun 1991 – 1994 : Prof.Dr. Paul Tahalele,dr., FCTS, FINACS
  4. Antara tahun 1994 – 2007 : Prof. Sunarto Reksoprawiro,dr., SpB(K)Onk-KL, FINACS
  5. Antara tahun 2007 – 2011 : R. Yoga Wijayahadi, dr., SpB(K)KL, FINACS
  6. Antara tahun 2011 – 2014 : Dr. Heru Koesbijanto, dr., SpB-BTKV(K), FINACS
  7. Antara tahun 2014 – 2016 : Dr. Desak Gede Agung Suprabawati, dr. Sp.B(K) Onk.
  8. Antara tahun 2016 – sekarang : Dr. Sahudi, dr. Sp.B(K)KL.

Dokter bedah yang diangkat menjadi Guru Besar, staf FK Unair

Prof. Soetojo,dr (1951), Prof. Basoeki Wirjowidjojo,dr. (1974), Prof. Widjoseno Gardjito,dr. (1988)., Prof. Dr. AA Loedin, dr., Prof. Dr. Djohansjah Marzoeki,dr., Prof. R. Martatko Marmowinoto,dr. (1994), Prof. I.P. Sukarna, dr., Prof. Dr. IGD.Sukardja,dr., Prof. Dr. Djoko Roeshadi,dr., Prof. Dr. Puruhito,dr., Prof. Dr. Bambang Prijambodo, dr., Prof. Dr. Doddy M. Soebadi, dr., Prof. Sajid Darmadipura,dr.(1999), Prof. Umar Kasan,dr., Prof. Dr. Dr. med.Paul Tahalele,dr. (2002)., Prof. Sunarto Reksoprawiro, dr. (2005), Prof. Soetanto Wibowo, dr., SpB-KBD (20)